KASPERSKY
Kecanggihan teknologi terus dibayangi ancaman malware atau virus yang kian ganas pula. Waspadalah. Perusahaan antivirus terbesar di Eropa, Kaspersky telah mengidentifikasi sedikitnya 1,7 juta malware yang siap menyerang kapan dan di mana saja.
MALWARE ini terus berkembang. Berdasarkan data yang ada, terdapat 3.500 malware yang ditemukan setiap harinya. Software antivirus menjadi sangat penting untuk mengantisipasi ancaman tersebut.
Kaspersky Lab kemarin meluncurkan produk terbarunya, yakni Kaspersky Anti-Virus 2012 dan Kaspersky Internet Security 2012 di Hotel Le Meridien, Jakarta. Kedua produk ini diklaim mampu mengatasi keganasan malware yang terus mengancam tersebut.
Channel Sales Director of Kaspersky Lab Southeast Asia, Jimmy Wong, menjelaskan bahwa kedua produk ini menggabungkan teknologi perlindungan yang paling canggih dan efektif, yakni teknologi sandbox. Jimmy juga mengatakan bahwa kedua produk ini mampu menetralisasi ancaman baru dengan menggunakan analisis perilaku program tanpa melihat signature ancaman tersebut.
"Yang pasti produk ini lebih baik dan lebih sempurna dari yang sebelumnya, tetapi dengan harga yang tetap," imbuh Michael Ong, Vice President PT Nusantara Utama Technology, distributor Kaspersky Lab di Indonesia.
IT Manager PT Nusantara Utama Technology, Rio Yotto menambahkan produk terbaru ini bisa membatalkan dan mengembalikan tindakan yang dijalankan sebuah program. Bukan hanya pada saat bekerja, tetapi juga tindakan yang terjadi sebelumnya.
"Selain itu, daftar perintah yang dapat dibatalkan telah dikembangkan dengan memasukkan penciptaan, penamaan ulang atau modifikasi file, serta penambahan entry baru dalam sistem registry," jelasnya.
Lebih lanjut Rio mengatakan versi 2012 ini menggunakan teknologi cloud.
Dengan pertukaran informasi antar produk yang sudah diinstal di komputer pengguna dan database yang tersentralisasi pada sistem cloud, pengguna bisa mendapat informasi tentang ancaman terkini.
Pada versi terbaru ini, pengguna juga bisa dengan mudah mengetahui reputasi setiap dokumen yang ada di komputer. Hanya dengan satu kali "klik" reputasinya akan diketahui sehingga bisa menjadi panduan bagi pengguna apakah akan menggunakan file itu atau tidak.
Yang menarik, Kaspersky Internet Security 2012 dan Kaspersky Anti-Virus 2012 ini bisa digunakan untuk perangkat yang memiliki layar sentuh. Proses instalasinya telah dioptimalkan untuk meminimalisasi terjadinya konflik dengan program-program keamanan yang tidak kompatibel.
MALWARE ini terus berkembang. Berdasarkan data yang ada, terdapat 3.500 malware yang ditemukan setiap harinya. Software antivirus menjadi sangat penting untuk mengantisipasi ancaman tersebut.
Kaspersky Lab kemarin meluncurkan produk terbarunya, yakni Kaspersky Anti-Virus 2012 dan Kaspersky Internet Security 2012 di Hotel Le Meridien, Jakarta. Kedua produk ini diklaim mampu mengatasi keganasan malware yang terus mengancam tersebut.
Channel Sales Director of Kaspersky Lab Southeast Asia, Jimmy Wong, menjelaskan bahwa kedua produk ini menggabungkan teknologi perlindungan yang paling canggih dan efektif, yakni teknologi sandbox. Jimmy juga mengatakan bahwa kedua produk ini mampu menetralisasi ancaman baru dengan menggunakan analisis perilaku program tanpa melihat signature ancaman tersebut.
"Yang pasti produk ini lebih baik dan lebih sempurna dari yang sebelumnya, tetapi dengan harga yang tetap," imbuh Michael Ong, Vice President PT Nusantara Utama Technology, distributor Kaspersky Lab di Indonesia.
IT Manager PT Nusantara Utama Technology, Rio Yotto menambahkan produk terbaru ini bisa membatalkan dan mengembalikan tindakan yang dijalankan sebuah program. Bukan hanya pada saat bekerja, tetapi juga tindakan yang terjadi sebelumnya.
"Selain itu, daftar perintah yang dapat dibatalkan telah dikembangkan dengan memasukkan penciptaan, penamaan ulang atau modifikasi file, serta penambahan entry baru dalam sistem registry," jelasnya.
Lebih lanjut Rio mengatakan versi 2012 ini menggunakan teknologi cloud.
Dengan pertukaran informasi antar produk yang sudah diinstal di komputer pengguna dan database yang tersentralisasi pada sistem cloud, pengguna bisa mendapat informasi tentang ancaman terkini.
Pada versi terbaru ini, pengguna juga bisa dengan mudah mengetahui reputasi setiap dokumen yang ada di komputer. Hanya dengan satu kali "klik" reputasinya akan diketahui sehingga bisa menjadi panduan bagi pengguna apakah akan menggunakan file itu atau tidak.
Yang menarik, Kaspersky Internet Security 2012 dan Kaspersky Anti-Virus 2012 ini bisa digunakan untuk perangkat yang memiliki layar sentuh. Proses instalasinya telah dioptimalkan untuk meminimalisasi terjadinya konflik dengan program-program keamanan yang tidak kompatibel.
Penjelasan Anti Virus
Antivirus komputer mulai berkembang ketika semakin banyaknya program-program jahat yang mengancam keamanan data dan komputer, baik secara offline maupun online. Apa sih antivirus komputer?
Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mendeteksi dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Disebut juga Virus Protection Software. Aplikasi ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virus atau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan).
Cara kerja antivirus dengan beberapa metode seperti di bawah ini:
a. Pendeteksian dengan menggunakan basis data virus signature (virus signature database): Cara kerja antivirus ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan oleh antivirus tradisional, yang mencari tanda-tanda dari keberadaan dari virus dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, dan telah dikatalogisasi sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya hancurnya dan beberapa kategori lainnya.
Cara ini terbilang cepat dan dapat diandalkan untuk mendeteksi virus-virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, tapi tidak dapat mendeteksi virus yang baru hingga basis data virus signature yang baru diinstalasikan ke dalam sistem. Basis data virus signature ini dapat diperoleh dari vendor antivirus dan umumnya dapat diperoleh secara gratis melalui download atau melalui berlangganan (subscription).
b. Pendeteksian dengan melihat cara bagaimana virus bekerja: Cara kerja antivirus seperti ini merupakan pendekatan yang baru yang dipinjam dari teknologi yang diterapkan dalam Intrusion Detection System (IDS). Cara ini sering disebut juga sebagai Behavior-blocking detection. Cara ini menggunakan policy (kebijakan) yang harus diterapkan untuk mendeteksi keberadaan sebuah virus.
Jika ada kelakuan perangkat lunak yang "tidak wajar" menurut policy yang diterapkan, seperti halnya perangkat lunak yang mencoba untuk mengakses address book untuk mengirimkan e-mail secara massal terhadap daftar e-mail yang berada di dalam address book tersebut (cara ini sering digunakan oleh virus untuk menularkan virus melalui e-mail), maka antivirus akan menghentikan proses yang dilakukan oleh perangkat lunak tersebut. Antivirus juga dapat mengisolasi kode-kode yang dicurigai sebagai virus hingga administrator menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Keuntungan dari cara ini adalah antivirus dapat mendeteksi adanya virus-virus baru yang belum dikenali oleh basis data virus signature. Kekurangannya, jelas karena antivirus memantau cara kerja perangkat lunak secara keseluruhan (bukan memantau berkas), maka seringnya antivirus membuat alarm palsu atau "False Alarm" (jika konfigurasi antivirus terlalu "keras"), atau bahkan mengizinkan virus untuk berkembangbiak di dalam sistem (jika konfigurasi antivirus terlalu "lunak"), terjadi false positive.
Beberapa produsen menyebut teknik ini sebagai heuristic scanning. Teknologi Heuristic Scanning ini telah berkembang begitu jauh hingga sekarang. Beberapa antivirus mengecek sebuah file dengan definisi biasa. Jika lolos dari deteksi biasa, maka file tersebut dijalankan di sebuah lingkungan virtual. Semua perubahan yang dilakukan file bersifat seperti virus, maka pengguna akan diperingatkan.
Antivirus - antivirus terbaru sekarang tidak hanya mendeteksi virus. Program antivirus sekarang juga telah diprogram untuk mendeteksi spyware, rootkits, dan malware - malware lainnya. Tidak hanya itu, antivirus sekarang dilengkapi firewall, untuk melindungi komputer dari serangan hacker dan anti spam untuk mencegah masuknya email sampah bervirus ke inbox pengguna.
Antivirus berdasarkan jenis pengguna dapat dibagi menjadi 2, yaitu untuk Home User dan Network (Corporate User). Untuk home user, antivirus berjalan seperti biasa. Untuk versi jaringan, antivirus dapat melakukan scan di komputer - komputer client dan network drive. Selain itu, proses update komputer client dalam jaringan tidak harus langsung dari Internet. Komputer client dapat melakukan upate langsung dari server jaringan. Muhammad Ramdani
Cara kerja antivirus dengan beberapa metode seperti di bawah ini:
a. Pendeteksian dengan menggunakan basis data virus signature (virus signature database): Cara kerja antivirus ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan oleh antivirus tradisional, yang mencari tanda-tanda dari keberadaan dari virus dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, dan telah dikatalogisasi sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya hancurnya dan beberapa kategori lainnya.
Cara ini terbilang cepat dan dapat diandalkan untuk mendeteksi virus-virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, tapi tidak dapat mendeteksi virus yang baru hingga basis data virus signature yang baru diinstalasikan ke dalam sistem. Basis data virus signature ini dapat diperoleh dari vendor antivirus dan umumnya dapat diperoleh secara gratis melalui download atau melalui berlangganan (subscription).
b. Pendeteksian dengan melihat cara bagaimana virus bekerja: Cara kerja antivirus seperti ini merupakan pendekatan yang baru yang dipinjam dari teknologi yang diterapkan dalam Intrusion Detection System (IDS). Cara ini sering disebut juga sebagai Behavior-blocking detection. Cara ini menggunakan policy (kebijakan) yang harus diterapkan untuk mendeteksi keberadaan sebuah virus.
Jika ada kelakuan perangkat lunak yang "tidak wajar" menurut policy yang diterapkan, seperti halnya perangkat lunak yang mencoba untuk mengakses address book untuk mengirimkan e-mail secara massal terhadap daftar e-mail yang berada di dalam address book tersebut (cara ini sering digunakan oleh virus untuk menularkan virus melalui e-mail), maka antivirus akan menghentikan proses yang dilakukan oleh perangkat lunak tersebut. Antivirus juga dapat mengisolasi kode-kode yang dicurigai sebagai virus hingga administrator menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Keuntungan dari cara ini adalah antivirus dapat mendeteksi adanya virus-virus baru yang belum dikenali oleh basis data virus signature. Kekurangannya, jelas karena antivirus memantau cara kerja perangkat lunak secara keseluruhan (bukan memantau berkas), maka seringnya antivirus membuat alarm palsu atau "False Alarm" (jika konfigurasi antivirus terlalu "keras"), atau bahkan mengizinkan virus untuk berkembangbiak di dalam sistem (jika konfigurasi antivirus terlalu "lunak"), terjadi false positive.
Beberapa produsen menyebut teknik ini sebagai heuristic scanning. Teknologi Heuristic Scanning ini telah berkembang begitu jauh hingga sekarang. Beberapa antivirus mengecek sebuah file dengan definisi biasa. Jika lolos dari deteksi biasa, maka file tersebut dijalankan di sebuah lingkungan virtual. Semua perubahan yang dilakukan file bersifat seperti virus, maka pengguna akan diperingatkan.
Antivirus - antivirus terbaru sekarang tidak hanya mendeteksi virus. Program antivirus sekarang juga telah diprogram untuk mendeteksi spyware, rootkits, dan malware - malware lainnya. Tidak hanya itu, antivirus sekarang dilengkapi firewall, untuk melindungi komputer dari serangan hacker dan anti spam untuk mencegah masuknya email sampah bervirus ke inbox pengguna.
Antivirus berdasarkan jenis pengguna dapat dibagi menjadi 2, yaitu untuk Home User dan Network (Corporate User). Untuk home user, antivirus berjalan seperti biasa. Untuk versi jaringan, antivirus dapat melakukan scan di komputer - komputer client dan network drive. Selain itu, proses update komputer client dalam jaringan tidak harus langsung dari Internet. Komputer client dapat melakukan upate langsung dari server jaringan. Muhammad Ramdani


Tidak ada komentar:
Posting Komentar